Selasa, 30 November 2010

QUIZ V-CLASS JARINGAN KOMPUTER LANJUT

  1. Apakah dimaksud dengan komunikasi broadband ?
  2. Sebutkan keuntungan SONET !
  3. Jelaskan prinsip kerja dari ATM !
  4. Apakah yang dimaksud dengan DSL
JAWAB


  1. Secara umum, Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi, menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dsb.Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps s/d 100 Mbps.Tidak ada definisi internasional spesifik untuk Broadband. Faktor pendorong broadband dapat dilihat dari tingkat kepentingan dari beberapa pihak, seperti : pemerintah, penyelenggara telekomunikasi, dan konsumen. Teknologi broadband meliputi pengembangan teknologi existing, infrastruktur baru, maupun wireless. Broadband atau Jalur lebar sering dipanggil internet kecepatan-tinggi, karena biasanya memiliki kecepatan aliran data yang tinggi. Umumnya, hubungan ke pelanggan dengan kecepatan 256 kbit/d (0,256Mbit/d) atau lebih dianggap sebagai internet jalur lebar. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem, yang mampu mentransfer 512 kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan kabel telepon standar.
  2. Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi, termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.Manejemen bandwith berfungsi untuk proses routing, dan manajemen trafik.Jaringan backbone berfungsi menyediakan konektifitas untuk jaringan jarak jauh.
  3. ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN.

• Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.

• Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam,maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

•Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header.

• Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.

• Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.

• Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.

• Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.

• Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia

• Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing

4.DSL adalah Teknologi akses yang menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.


Contoh teknologi DSL (kadangkala disebut xDSL) termasuk:

* High-bit-rate Digital Subscriber Line (HDSL), covered in this article
* Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL), a standardised version of HDSL
* Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), a version of DSL with a slower upload speed
* Rate-Adaptive Digital Subscriber Line (RADSL)
* Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line (VDSL)
* Very-high-bit-rate Digital Subscriber Line 2 (VDSL2), an improved version of VDSL
* G. Symmetric High-speed Digital Subscriber Line (G.SHDSL), a standardised replacement for early proprietary SDSL by the International Telecommunication Union Telecommunication Standardization Sector

DAMPAK KEDATANGAN OBAMA KE INDONESIA DAN DAMPAK MELETUSNYA GUNUNG MERAPI

DAMPAK DATANGNYA OBAMA KE INDONESIA

Setelah dua kali membatalkan kedatangannya keIndonesia yaitu pada bulan juni 2010 dan pada bulan april 2010, akhirnya tanggal 9 November 2010 Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tiba di bandara Halim Perdana Kusuma setelah kunjungannya ke India. Kedatangan presiden amerika serikat ke-44 ke Indonesia, tak lain dan tak bukan ialah Barrack Obama. Menjadi pemberitaan yang menarik ditengah masyarakat Indonesia dikarenakan presiden amerika yang satu ini pernah sempat tinggal kurang lebih 4 tahun lamanya di Indonesia, tepatnya daerah Menteng, Jakarta. Kini yang masyarakat Indonesia tahu bahwa manusia yang pernah tinggal di Jakarta ini tengah menjadi pemimpin untuk negara superpower masa kini, yakni amerika Serikat.

Kalangan pengusaha dan menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) menyikapi secara berbeda kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia.Menteri Perindustrian MS Hidayat yakin, kedatangan Obama akan bermanfaat bagi ekonomi, khususnya investasi. Setidaknya 1 miliar dolar AS bisa dikantongi oleh pemerintah dalam kunjungan kenegaraan tersebut. Apalagi, target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tertinggi di ASEAN, yakni se kitar enam persen.

Berbeda dengan Hidayat, Ketua Umum Apindo) Sofjan Wanandi menilai, kedatangan Obama tidak akan banyak membawa peluang investasi. Hal yang harus diingat, lanjut dia, kondisi eko­nomi keuangan ekonomi AS se dang sulit, sehingga Indonesia tidak bisa berharap terlalu ba­nyak. Kerja sama AS saat ini lebih kepada pendidikan, keamanan dan bukan di bidang ekonomi. Terutama bidang keamanan mengingat AS bukan lagi merupakan satu-satunya negara super power (adi kuasa) sehingga perlu memperkuat ten tara ke amana.

Kembali lagi perihal datangnya obama ke Indonesia. Menanyakan pengaruh atas kedatangan Obama mungkin dari sisi masyarakat kecil/mengengah kebawah. Obama tidaklah berarti apa-apa, sungguh tak satu bungkus nasipun diterima rakyat kecil Indonesia ketika Obama datang ke negeri ini. Begitu pun pengaruhnya bagi pemerintahan Indonesia, dengan pembicaraan yang telah dilakukan Obama dan presiden negeri ini, harus kita sadari itu hanya sekadar perkataan atau janji belaka. Apakah akan benar-benar terealisasi atau tidak, kita tidak akan tahu yang akan terjadi kedepannya.

Dari sekian gambaran itu, satu hal terpenting yang mesti kita suarakan ialah tolong jagalah perdamaian antar negara dunia, khususnya terhadap dunia muslim. Serta jangan sampai ada penjajahan-penjajahan secara terselubung yang sangat membujuk negara-negara kecil tetapi pada akhirnya harus menjerat negara tersebut dikarenakan tumpukan hutang maupun monopoli perekonomian yang semakin mejadi-jadi (terske..riokan). Mari bersama kita tumbuhkan rasa humanisme, junjung kebenaran, dan buang jauh-jauh sikap permusuhan dan ketidakadilan.

DAMPAK NEGATIVE DAN POSITIVE YANG DIDAPAT DARI MELETUSNYA GUNUNG BERAPI

Akhir-akhir ini banyak sekali Bencana alam yang terjadi di Indonesia,contohnya Tsunami di Mentawai.Banjir di Wassior,meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta dan yang terakhir ini meletusnya Gunung Bromo di Probolinggo.Bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini mengakibatkan banyak nya jatuh korban akibat bencana alam.

Disini saya akan menulis tentang dampak negative dan positif akibat letusan gunung merapi. Bukan hanya banyaknya korban berjatuhan, tetapi meletusnya gunung merapi juga berpengaruh terhadap bisnis perekonomian di Indonesia.Contohnya yaitu Pada Daerah SLEMAN,bencana letusan Gunung Merapi menyebabkan perekonomian tiga kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, lumpuh total sehingga menimbulkan kerugian cukup besar.

"Tiga kecamatan yang rusak paling parah, yakni Turi, Pakem, dan Cangkringan. Ketiga kecamatan itu kini lumpuh total, karena ratusan industri di tiga wilayah tersebut saat ini tidak bisa produksi.Jumlah kerugian akibat tidak beroperasinya sejumlah industri yang berada di ketiga kecamatan tersebut hingga kini belum diketahui, tetapi kemungkinan mencapai puluhan miliar rupiah.

"Perkiraan kerugiaan mencapai puluhan miliar rupiah, karena industri-industri yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi sudah tidak bisa produksi.

untuk Kecamatan Cangkringan di Umbulharjo ada 110 industri dengan nilai produksi Rp6,87 miliar, Kepuharjo ada 79 industri dengan nilai produksi Rp6 miliar.

Kemudian Umbulharjo 110 industri dengan nilai produski Rp7 miliar dan Glagaharjo 102 industri dengan nilai produski Rp7,5 miliar. “Sementara untuk Kecamatan Turi ada 281 indutri dengan nilai produksi Rp14,8 miliar dan Pakem ada 109 industri dengan nilai produksi Rp6 miliar.

Selain itu juga letusan gunung merapi menyebakan juga para pengrajin mebel dan kerajinan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya merugi. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. "Pengrajin mebel di Sleman mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar per hari”.

Sebab, Sleman merupakan sentra pembuatan mebel dan kerajinan yang juga memasok pasar domestik. Selain itu, para pengrajin Sleman juga mampu mengekspor hingga 20 kontainer per hari.Gunung Merapi meletus pada akhir Oktober lalu. Letusan gunung mengeluarkan awan panas yang mengakibatkan hancurnya sejumlah desa di Yogyakarta dan sekitarnya. Yogyakarta sendiri merupakan sentra usaha kecil dan menengah untuk industri mebel dan kerajinan.

Selain itu, pengrajin batu Muntilan juga tak luput dari dampak Merapi. Biasanya, pengrajin batu skala besar bisa mengekspor 5 kontainer sehari. Nilai ekspor pengrajin skala besar mencapai US$ 15 ribu per hari. "Kalau dihitung, keseluruhan pengrajin diperkirakan kerugian mencapai US$ 75 ribu. Pemerintah memang sudah memperkirakan adanya hambatan ekspor akibat letusan Merapi sudah diperkirakan sejak awal. "Jalur pasokan dari produk ekspor untuk kawasan Yogyakarta dan sekitarnya seperti furnitur, tekstil dan garmen akan terpengaruh.

Selain dampak negative yang diakibatkan oleh letusan gunung merapi,ada juga dampak positive yang nantinya akan didapat oleh letusan gunung merapi yaitu diantaranya adalah

1. Tempat yang sangat subur untuk lahan pertanian dan perkebunan

2. Tempat yang cocok untuk pemeliharaan dan pengembangbiakan binatang ternak

3. Tempat asal sistim drainase sungai yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik

4. Sebagai tempat mieralisasi berbagai macam mineral bijih (tempat terbentuknya mineral-mineral logam)

5. Sebagai sumber energi geothermal (Geothermal Energy) yang diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, penghangat ruangan, pengering hasil pertanian, peternakan jenis ikan tertentu, sampai sarana pemandian air panas

6. Dan yang terakhir adalah pasir dari sungai-sungai yang telah terlewati lahar dingin dari gunung merapidapat dijadikan mata pencaharian bagi para penambang.

Manfaat-manfaat ini akan sangat mendukung kehidupan. Dalam hal ini manusia adalah makhluk yang harus memiliki kreatifitas dan pemikiran untuk memanfaatkan keberadaan gunung api tersebut. Dengan berbagai sentuhan sains dan teknologi, keberadaan Gunungapi diharapkan mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat.

SUMBER:

http://septian99.wordpress.com/2010/11/14/apa-dan-bagaimana-pengaruh-kedatangan-obama-ke-indonesia/

http://ekbis.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9046

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/11/10/brk,20101110-290872,id.html

http://www.bisnis.com/keuangan/ekonomi-makro/1id219398.html

http://blogofgeo.wordpress.com/2009/05/20/gunungapi-aspek-kerugian-dan-manfatnya/

Kamis, 11 November 2010

VLSM-2(tugas akhir)

Diberikan skema Network seperti gambar berikut :
gambar skema jaringan / network

Dari gambar tersebut, diketahui
-> 3 buah Router (
Router0, Router1, Router2) yang dihubungkan dengankabel DCE dengan clockrate 9600.
-> 5 buah network, yaitu:
==>
Management 32 host
==>
HRD 16 host
==>
Administrasi 8 host
==>
IT 4 host
==>
Sales 8 host
-> IP yang diberikan
200.200.200.0/16

Ditanya : Tentukan Subnetting IP ini dengan metode VLSM!

Jawab :

IP yang diberikan 200.200.200.0
Dibagi menjadi 5 network dengan rincian, yaitu :

Untuk Management yang terdiri dari 32 Host
รจ
2N– 2 >= 32, N = 6, maka net prefix berubah menjadi 32 – 6 = 26
รจ Range IP menjadi 200.200.200.0/26 – 200.20.0.200.63/26, dimana :

§ NID = 200.200.200.0/26

§ Host ID = 200.200.200.1/26 – 200.200.200.62/26

§ BID = 200.200.200.63/26

§ Netmask 255.255.255.192

Untuk HRD yang terdiri dari 16 Host
รจ
2N– 2 >= 16, N = 5, maka net prefix berubah menjadi 32 – 5 = 27
รจ Range IP menjadi 200.200.200.64/27 – 200.200.200.95/27, dimana :

§ NID = 200.200.200.64/27

§ Host ID = 200.200.200.65/27 – 200.200.200.94/27

§ BID = 200.200.200.95/27

§ Netmask 255.255.255.224

Untuk Sales yang terdiri dari 16 Host
รจ
2N– 2 >= 16, N = 5, maka net prefix berubah menjadi 32 – 5 = 27
รจ Range IP menjadi 200.200.200.96/27 – 200.200.200.127/27, dimana :

§ NID = 200.200.200.96/27

§ Host ID = 200.200.200.97/27 – 200.200.200.126/27

§ BID = 200.200.200.127/27

§ Netmask 255.255.255.224

Untuk Administrasi yang terdiri dari 8 Host
รจ
2N– 2 >= 8, N = 4, maka net prefix berubah menjadi 32 – 4 = 28
รจ Range IP menjadi 200.200.200.128/28 – 200.200.200.143/28, dimana :

§ NID = 200.200.200.128/28

§ Host ID = 200.200.200.128/28 – 200.200.200.142/28

§ BID = 200.200.200.143/28

§ Netmask 255.255.255.240

Untuk IT yang terdiri dari 4 Host
รจ
2N– 2 >= 4, N = 3, maka net prefix berubah menjadi 32 – 3 = 29
รจ Range IP menjadi 200.200.200.144/29 – 200.200.200.151/29, dimana :

§ NID = 200.200.200.144/29

§ Host ID = 200.200.200.145/29 – 200.200.200.150/29

§ BID = 200.200.200.151/29

§ Netmask 255.255.255.248

Maka, jika ditulis dalam tabel :


Untuk Router , dimana masing – masing memiliki 4 host (2 fast ethernet, 2 serial) maka menjadi :
 2N – 2 >= 4, N = 3, Net prefix menjadi 32 - 3 = 29
 Range IP Router 0 menjadi 200.200.200.152/29 – 200.200.200.159/29.
 Range IP Router 2 menjadi 200.200.200.160/29 – 200.200.200.167/29.
 Range IP Router 3 menjadi 200.200.200.168/29 – 200.200.200.175/29

=> Dengan Packet Tracer, untuk mengatur router agar bisa routing melalui kabel Serial dikonfigurasi melalui CLI dengan mengatur IP dan clock rate menjadi 9600

Minggu, 07 November 2010

VLSM

Tes awal -VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Contoh Kasus VLSM :

Diketahui :
*Sebuah Gedung 5 lantai
*IP Lokal 200.0.1.0/24
*IP Lokal 200.0.2.0/24
*Kebutuhan perlantai :
11 PC untuk Accountung Staff
3 PC untuk Ruang Server
7 PC untuk IT Staff
28 PC untuk Operatinal Staff
30 PC untuk CS Staff

1. RANCANGLAH NETWORK SKEMANYA
2. SUBNET SESUAI KEBUTUHAN
TULISKAN SUBNET DALAM TABEL

JAWAB:

gambar skema networknya

IP = 200.0.1.0/24

Jumlah divisi = 5

Jumlah lantai = 5

Jumlah router per lantai = 5

#Subnet untuk Router per divisi = 5x (5x 3 Host + 5x (NID+BID))

Berarti 2n – 2 >= 125, n = 7, jumlah vlsm = 128

Net prefix = 32 – 7 = 25

IP router menjadi 200.0.1.0/25 – 200.0.1.127/25 dengan netmask 255.255.255.128

รจ Pembagian Host/router = 5

Lantai

Router

Network

Host

Broadcast

1

Router1.1

200.0.1.0/25

200.0.1.1/25 – 200.0.1.3/25

200.0.1.4/25

Router1.2

200.0.1.5/25

200.0.1.6/25 – 200.0.1.8/25

200.0.1.9/25

Router1.3

200.0.1.10/25

200.0.1.11/25 – 200.0.1.13/25

200.0.1.14/25

Router1.4

200.0.1.15/25

200.0.1.16/25 – 200.0.1.18/25

200.0.1.19/25

Router2.5

200.0.1.20/25

200.0.1.21/25 – 200.0.1.23/25

200.0.1.24/25

2

Router2.1

200.0.1.25/25

200.0.1.26/25 – 200.0.1.28/25

200.0.1.29/25

Router2.2

200.0.1.30/25

200.0.1.31/25 – 200.0.1.33/25

200.0.1.34/25

Router2.3

200.0.1.35/25

200.0.1.36/25 – 200.0.1.38/25

200.0.1.39/25

Router2.4

200.0.1.40/25

200.0.1.41/25 – 200.0.1.43/25

200.0.1.44/25

Router2.5

200.0.1.45/25

200.0.1.46/25 – 200.0.1.48/25

200.0.1.49/25

3

Router3.1

200.0.1.50/25

200.0.1.51/25 – 200.0.1.53/25

200.0.1.54/25

Router3.2

200.0.1.55/25

200.0.1.56/25 – 200.0.1.58/25

200.0.1.59/25

Router3.3

200.0.1.60/25

200.0.1.61/25 – 200.0.1.63/25

200.0.1.64/25

Router3.4

200.0.1.65/25

200.0.1.66/25 – 200.0.1.68/25

200.0.1.69/25

Router3.5

200.0.1.70/25

200.0.1.71/25 – 200.0.1.73/25

200.0.1.74/25

4

Router4.1

200.0.1.75/25

200.0.1.76/25 – 200.0.1.78/25

200.0.1.79/25

Router4.2

200.0.1.80/25

200.0.1.81/25 – 200.0.1.83/25

200.0.1.84/25

Router4.3

200.0.1.85/25

200.0.1.86/25 – 200.0.1.88/25

200.0.1.89/25

Router4.4

200.0.1.90/25

200.0.1.91/25 – 200.0.1.93/25

200.0.1.94/25

Router4.5

200.0.1.95/25

200.0.1.96/25 – 200.0.1.98/25

200.0.1.99/25

5

Router5.1

200.0.1.100/25

200.0.1.101/25 – 200.0.1.103/25

200.0.1.104/25

Router5.2

200.0.1.105/25

200.0.1.106/25 – 200.0.1.108/25

200.0.1.109/25

Router5.3

200.0.1.110/25

200.0.1.111/25 – 200.0.1.113/25

200.0.1.114/25

Router5.4

200.0.1.115/25

200.0.1.116/25 – 200.0.1.118/25

200.0.1.119/25

Router5.5

200.0.1.120/25

200.0.1.121/25 – 200.0.1.123/25

200.0.1.124/25

#Subnet untuk Router per lantai = 5x2 Host + 5x(NID + BID) = 20

Berarti 2n – 2 >= 20, n = 5, jumlah vlsm = 32

Net prefix = 32 – 5 = 27

IP router menjadi 200.0.1.128/27 – 200.0.1.159/27 dengan netmask 255.255.255.224

รจ Pembagian Host/router = 4

Lantai

Router

Network

Host

Broadcast

1

Router1

200.0.1.129/27

200.0.1.130/27 – 200.0.1.131/27

200.0.1.132/27

2

Router2

200.0.1.133/27

200.0.1.134/27 – 200.0.1.135/27

200.0.1.136/27

3

Router3

200.0.1.137/27

200.0.1.138/27 – 200.0.1.139/27

200.0.1.140/27

4

Router4

200.0.1.141/27

200.0.1.142/27 – 200.0.1.143/27

200.0.1.144/27

5

Router5

200.0.1.145/27

200.0.1.146/27 – 200.0.1.147/27

200.0.1.148/27

Router6

200.0.1.149/27

200.0.1.150/27 – 200.0.1.151/27

200.0.1.152/27

Router7

200.0.1.153/27

200.0.1.154/27 – 200.0.1.155/27

200.0.1.156/27

#Subnet untuk per divisi per lantai = 79host + 5 router + NID + BID = 86

IP = 200.0.2.0/24

Berarti 2n – 2 >= 86, n = 7, jumlah vlsm = 128

Net prefix = 32 – 5 = 27

IP router menjadi 200.0.2.0/25 – 200.0.2.127/25 dengan netmask 255.255.255.128

รจ Pembagian Host/router = 7

Lantai

Router

Network

Host

Broadcast

1

Router1

200.0.2.1/27

200.0.2.2/27 – 200.0.2.6/27

200.0.2.7/27

2

Router2

200.0.2.8/27

200.0.2.9/27 – 200.0.2.13/27

200.0.2.14/27

3

Router3

200.0.2.15/27

200.0.2.26/27 – 200.0.2.20/27

200.0.2.21/27

4

Router4

200.0.2.22/27

200.0.2.23/27 – 200.0.2.27/27

200.0.2.28/27

5

Router5

200.0.2.29/27

200.0.2.30/27 – 200.0.2.34/27

200.0.2.35/27


selanjutnya, dari 5 IP host yang telah dilakukan subnet untuk masing-masing divisi.

- untuk divisi CS Staff : 30 PC ( 30 host) + NID + BID = 32, dengan IP awal 200.0.2.2/25(lt.1), 200.0.2.9/25(lt.2), 200.0.2.16/25(lt.3), 200.0.2.23/25(lt.4), dan 200.0.2.30/25(lt.5)
maka 2
n – 2 >= 32, n = 6, jumlah vlsm = 64, net prefix = 32 – 6 = 26

- untuk divisi Operational Staff : 28 PC ( 28 host) + NID + BID = 30, dengan IP awal 200.0.2.3/25(lt.1), 200.0.2.10/25(lt.2), 200.0.2.17/25(lt.3), 200.0.2.24/25(lt.4), dan 200.0.2.31/25(lt.5)
maka 2
n – 2 >= 30, n = 5, jumlah vlsm = 32, net prefix = 32 – 5 = 27

- untuk divisi Accounting Staff : 11 PC ( 11 host) + NID + BID = 13, dengan IP awal 200.0.2.4/25(lt.1), 200.0.2.11/25(lt.2), 200.0.2.18/25(lt.3), 200.0.2.25/25(lt.4), dan 200.0.2.32/25(lt.5)
maka 2
n – 2 >= 13, n = 4, jumlah vlsm = 16, net prefix = 32 – 4 = 28

- untuk divisi IT Staff : 7 PC ( 7 host) + NID + BID = 9, dengan IP awal 200.0.2.5/25(lt.1), 200.0.2.12/25(lt.2), 200.0.2.19/25(lt.3), 200.0.2.26/25(lt.4), dan 200.0.2.33/25(lt.5)
maka 2
n – 2 >= 7, n = 4, jumlah vlsm = 16, net prefix = 32 – 4 = 28

- untuk divisi Ruang Server : 3 PC ( 3 host) + NID + BID = 5, dengan IP awal 200.0.2.6/25(lt.1), 200.0.2.13/25(lt.2), 200.0.2.22/25(lt.3), 200.0.2.27/25(lt.4), dan 200.0.2.34/25(lt.5)
maka 2
n – 2 >= 5, n = 8, jumlah vlsm = 8, net prefix = 32 – 3 = 29



NB:

Pada Subnet untuk CS Staff, jumlah Host + NID + BID-nya adalah 32 bukan 64, Kenapa? Hal ini dikarenakan jika subnet dengan jumlah host 64 maka hanya cukup untuk lt. 4 ( 4 x 64 = 256), untuk lantai 5 tidak ada sisa untuk subnet. Maka dari itu, host-nya menjadi 32 (30 host, 1 NID, 1 BID) dengan net prefix tetap 26 (5 x 32 = 160).

untuk net prefix yang sama pada subnetting, IP-nya akan berlanjut. contoh kasus pd lt.1 untuk CS Staff, yang dimulai dari 200.0.2.2/25 di-subnet menjadi 200.0.2.2/26 – 200.0.2.33/26 sedangkan pada CS Staff lt.2 dimulai dari 200.0.2.9/25 disubnet 200.0.2.9/26 – 200.0.2.40/26, maka IP subnet CS Staff lt.2 ada yang termasuk IP subnet lt.1 untuk CS Staff. Maka dari itu pada CS Staff IP dilanjutkan menjadi 200.0.2.34/26 – 200.0.2.65/26. Begitupun untuk Divisi lainnya.

TUGAS V-CLASS